KOMUNIKASI

Komunikasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Sejarah komunikasi
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].
Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri. Mencari teori komunikasi yang terbaik pun tidak akan berguna karena komunikasi adalah kegiatan yang lebih dari satu aktifitas. Masing-masing teori dipandang dari proses dan sudut pandang yang berbeda dimana secara terpisah mereka mengacu dari sudut pandang mereka sendiri.
Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)
Proses komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Teknologi komunikasi
Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.
Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa “halo” merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.
Batasan dalam komunikasi
Batasan dalam komunikasi termasuk:
1. Bahasa
2. Penundaan waktu
3. Politik
Referensi
1. ^ (id) Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. ISBN 978-979-91-0075-7
Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007). [1] Dance, Frank. “The ‘concept’ of communication. Journal of Communication, 20, 201-210 (1970). [2] Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).
[2] Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).
Teori komunikasi
satelit komunikasi
Logika
Sosiologi
Antropologi
Psikologi
jaringan komputer
Diffusion of innovations
Ethernet
Jaringan telepon global – juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (Public Switched Telephone Network, PSTN)
Teori informasi
Internet
Jurnalisme
Linguistik
Surat
Media Massa
Media studies
Neuro-linguistic programming
Radioteletype
Rhetorical criticism
Semaphore
Social software
Telegrafi
Telekomunikasi
Telephony
Vokalisasi

Pranala luar
Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia
Milis Public Speaking
Sekolah Public Speaking

Bidang utama teknologi

Ilmu terapan
Kecerdasan buatan • Teknologi keramik • Teknologi komputasi • Elektronika • Teknologi energi • Penyimpanan energi • Rekayasa fisika • Teknologi lingkungan • Teknik material • Teknik material • Mikroteknologi • Nanoteknologi • Teknologi nuklir • Rekayasa optik • Komputer quantum

Olahraga
dan Rekreasi
Peralatan berkemah • Tempat bermain • Peralatan olahraga

Informasi
dan Komunikasi Teknologi informasi • Teknologi komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi visual

Industri
Konstruksi • Teknik finansial • Manufaktur • Mesin • Pertambangan

Militer
Bom • Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur • Kapal perang • Peluru kendali • Tank

Rumah tangga
Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan

Teknik
Teknik material • Teknik finansial • Teknik kelautan • Teknik biomedis • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Teknik pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik bioproses • Teknik biomedis • Teknik kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro • Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik mesin • Teknik mekatronika • Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan

Kesehatan
dan Keselamatan
Teknik biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan kebakaran • Farmakologi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan

Transportasi
Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi luar angkasa

Tentang Drs. Kasdi Haryanta

Laki-laki ini lahir di Bantul, Yogyakarta, 6 April 1962. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di daerah tanah kelahirannya itu. Pendidikan tinggi digelutinya di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. Drs. Kasdi Haryanta mulai mengajar di SMA Xaverius 1 Palembang sejak 1988. Beliau pernah mengajar di SMA Xaverius 1 Filial, SMA Xaveriuus 4, SMA Kusuma Bangsa (2000-2002). mengajar di STT MUsi untuk mata kuliah Bahasa Indonesia (1996-2007) Menggeluti kehidupan keluarga dilakukannnya bersama wanita Kristina Tri Yulianti, guru Matematika SMA Xaverius 3 Palembang. Keluarganya dikaruniai dua anak: 1) Dyah Pramadita Harkrisnani; 2) Daru Yogiswara Harkristanta. "Pertanggungjawabkanlah kepercayaan Tuhan tatkala memberi kita karunia dan rahmat kepada melalui pikiran, perkataan, dan tindakan/perbuatan dalam kehidupan sehari-hari tatkala kita memberikan sikap kasih kepada sesama," demikian ujarnya mengenai implementasi prinsip hidup dan kehidupan.(@doet)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s